<> ep. 1
1.05
Mari kita mulai bernostalgia untuk mengisi waktu luang (waktu luang mbahmu! terjemahan belum selesai!).
Banyak sekali nostalgia yang lewat, semua mengantre masuk ke otak dan hati. Sabar mas! Sabar mbak! Satu-satu! Mulai dari siapa?
Oh, kamu saja, kenangan yang paling konyol. Kenangan yang bahkan aku tidak tahu ia memang ada apa tidak. Kenangan saat aku ingin menjadi penulis. Aku bahkan sudah menyiapkan nama panggung, eh, salah, nama pena (kebanyakan nyanyi ketimbang nulis sih!). CJ. Ya. Itu. Pokoknya itu.
Mungkin ya, dia lahir karena waktu itu aku berteman dengan manusia senja (aewedbsddasfe) yang suka menulis. Gitu. Gawat juga ya. Kalau aku berteman dengan pengedar narkoba, aku mungkin... Tetep nganggur sih. Hehe.
Aku dulu, DULU, suka temanku itu. Karena dia orang yang jujur, lewat tulisannya. Sedangkan aku anak yang kesulitan berkomunikasi. Satu kecap ide dibalas ribuan kritik tentang bajuku yang konyol, dandananku yang menor, lemakku yang menggelambir, dan lagi kemalasanku yang akut atau keshombonganku yan hqq. Mana berani aku bicara kepada yang Maha Korban!
1.15
Welcome.
Selamat datang di catatan harian si Kelinci
0 komentar