3.17
Why so serious?
Why not serious?
Pernah kah aku tidak serius?
Pernah kah aku serius?
Pak, kalau saja saya tidak mau serius, saya tidak akan bermimpi untuk punya mimpi.
Sudah cukup kalian bunuhi mimpiku satu persatu,
lahan perlahan.
Pak, saya tidak mau berubah
saya mau berkembang.
Pak, dengar tangis saya setiap malam,
"Ya Allah, kok hamba goblokmu ini enggak punya mimpi sih?"
Jadinya saya sekarang bermimpi, untuk mencari mimpi saya.
Pak, kepala saya baru selesai saya sambung lagi, setelah pecah gegara tes potensi akademik dan bahasa Inggris dua hari berturut turut.
Belum cukup serius katanya.
3.27
Welcome.
Selamat datang di catatan harian si Kelinci