• Home
  • About
    • The Blog
    • The Writer
  • <>
Dijalankan oleh Mona Nurmaningtyas. Diberdayakan oleh Blogger.
instagram Email

Pernah kah kalian memilih shade lipstick berdasarkan keunyuan namanya? Ya. Aku pernah, ketika membeli Garden Glass Tint by House of Hur milik Sunnydahye. Sewaktu pre-order liptint ini dibuka pada bulan Juli lalu, aku memilih warna Peony di antara enam shade yang ditawarkan. Setelah produk ini muncul, aku baru tahu kalau pelafalan Peony itu [pi-o-ni], lucu banget kan? Selama ini aku nyebutnya pe-o-ny, atau malah kadang po-e-ny karena salah baca :p

Selain karena nama, kak Sunny dalam videonya pun bilang, "kalau kalian tidak ada budget untuk membeli banyak liptint ini, aku saranin kalian pilih shade Peony." Halooowww sobath misqueen nusantaraa mana suaranyaaaaaaa? Jadilah aku memilih, Peony.

Shade #02 Peony
 
Previous Product
 
Sebelum ini aku sudah membeli 'kakak' dari liptint ini, yaitu Garden Multi Sleek Pot. Perasaanku terhadap produk multifungsi tersebut sangat lah nano-nano. Aku suka warnanya, yes dia seperti yang diklaim oleh kak Sunny, semua shade cocok untuk semua warna kulit Indonesia. Tapi formulanya? Mungkin karena terlalu ngotot ingin menciptakan produk multifungsi ala-ala lampu ajaib aladin, formula Garden Multi Sleek Pot aneh buat aku. 
 
Kak Sunny ingin menciptakan formula produk yang berfungsi tidak hanya sebagai lip product, tapi untuk cheek dan eyes, ditambah tidak hanya berfungsi sebagai make-up, tapi sekaligus menjadi produk lipcare / skincare? Hmm... A little bit too much for a single product to handle, isn't it? Sehingga jatuhnya terkadang Garden Multi Sleek Pot ketika digunakan di bibir agak sheer tapi di waktu yang sama medok untuk jadi blush on. Solusinya, aku selalu pakai Garden Multi Sleek Pot sebagai blush dalam, dengan porsi pakai yang sangat hati-hati, dan menggunakan di bibir sebagai warna dasar untuk ombre dengan liptint lain, still pretty!

 
The Pretty Box

The Expectation

Bagaimana dengan Garden Glass Tint ini? Aku ulang lagi, it was beyond my expectation! Kenapa? Karena dibanding 'kakak'nya yang warna-warnanya aduhai sekali, range pilihan warna Garden Glass Tint jauh lebih pendek. Mereka sama-sama punya enam range warna, tetapi variannya sekarang terkesan lebih monoton.


View this post on Instagram

A post shared by Hou

Garden Mutli Sleek Pot's Shade

View this post on Instagram

A post shared by Ho

  Garden Glass Tint's Shade

Wajar aja sih, karena Garden Glass Tint itu adalah liptint dan varian liptint biasanya memang tidak seluas produk lipstick lainnya. Ketakutan keduaku muncul, produknya nampaknya sih sheer, itu yang ada di bayanganku saat melihat variasi warna di atas. Lihat saja perbandingannya, jauh kan?

Kemudian, aku terlanjur pesan yang Peony (sekali lagi, hanya karena namanya lucu). Setelah pesan aku baru berpikir ulang, ini kan liptint, kok berani banget aku pesan warna begini? Mati lah aku. Warna Peony adalah warna liptint peachy-pink yang sudah pasti sheer alias tembus pandang di bibir jamet aku! Warna liptint pink biasa aja di bibirku sheer apalagi peachy-pink yang nyaris nude! Doaku kenceng banget, "please, jangan sheer, please," selama menunggu liptint ini datang.

 And Finally, The Review

Dan doaku didengar! Untuk liptint, formula Garden Glass Tint ini ciamik banget! Bibir jametku tertutupi dengan sempurna. Sempurna, kawan. Kapan lagi ada liptint yang bisa menutupi bibir jamet? Kapaann?

Untuk finishingnya, sesuai namanya, dia glassy-glassy kiyowo banget. Biasanya liptint itu ada dua finish, entah dia jadi kering banget sampai bibir nglupas atau basah, becek kemana-mana , dan bikin berat bibir, separo lipgloss gitu. Liptint ini, cenderung basah, sesuai namanya, tetapi tidak kemana-mana dan super ringan! Bahkan, menurutku liptint ini lebih ringan daripada beberapa lipbalm yang pernah aku pakai. Dan point yang paling penting di era pandemi ini, dia mask-proof.

Warnanya? Girl. Let me introduce you to: my favorite lip product color of 2021 or even forever; Garden Glass Tint Shade #02 Peony! Please welcome her! Akhirnya ya siiiss bertahun-tahun aku cari warna pink yang bakal masuk ke kulit jamet aku, hari ini, 14 Agustus 2021, I found her!

Warna pink lipstick Indonesia itu, buat jamet seperti aku terutama, cuma ada dua: entah dia pink muda neon atau pink tua menyala (rada neon juga) koleksi ibu-ibu arisan. Betul? Betul. No offense, karena di bibir jamet, sebanyak apapun shade pink yang suatu merek atau line punya, jatuhnya hanya di kedua pilihan itu :"). Wajar, karena warna pink itu dasarnya cool tone sedangkan jamet kebanyakan punya warna kulit warm tone, enggak nyambung jadinya.

Kelebihan lainnya adalah aplikatornya didesain khusus untuk mengambil produk lebih banyak, kata kak Sunny. Menurutku enggak terlalu masalah sih ketika kita harus ngucek-ngucek aplikator yang biasa untuk mendapat produk lebih banyak. Tapi bentuk aplikator yang dimiliki Garden Glass Tint jadi lebih estetik sih menurutku. Berbicara tentang estetik, packagingnya pun estetik dan anti-mainstream banget. Bisa-bisanya ya kepikiran milih warna kuning gemes buat packagingnya? So pretty!

Kekurangannya nih ya, ada di harga. Berada pada rentang harga Rp.110.000,-, Garden Glass Tint memiliki banyak pesaing yang memiliki harga yang jaaaauuuh lebih murah. Kamu bisa memilih Emina Glossy Stain untuk liptint basah-basah manja, cuma memang liptint Emina lebih kemana-mana dan enggak terlalu menutupi bibir jamet, lebih menyatu aja dengan bibir layaknya liptint umum sih lebih tepatnya. Kemasannya pun kecil dan ringan. Garden Glass Tint dari House of Hur lebih panjang dan berat, terasa lebih banyak isinya. Jadi kalau kamu pelajar atau mahasiswa yang masih mengandalkan uang saku dan bukan fans Sunnydahye, mending beli Emina sih.

Kekurangan kedua, produk House of Hur untuk sementara hanya tersedia di Sociolla. They're big brand, good thing to have your stuff there to be sell. Tapi marketnya jadi terbatas. Kamu tidak akan bisa menemukan produk ini di toko kosmetik terdekat, apalagi di Indoapril sebelah rumah.

Kekurangan minornya, dia tidak tahan untuk dipakai makanan berminyak. Kalau untuk minum sih, masih tahan sepertinya. Padahal, liptint itu harusnya lebih realible dibanding lipmatte atau lipstik konvensional soal urusan ketahanan. Terkikis dengan konsep Glass Tint, maybe?

Swatch

color-edited-free swatch
 
Seperti yang kalian bisa lihat di atas, warna Peony yang diswatch pada instagram official House of Hur terlihat sedikit nude dibanding beberapa shade lainnya. Padahal warna aslinya lebih peachy-pink menuju ke merah. Setelah aku lihat-lihat lagi, ternyata finishnya lumayan menyatu dengan bibir, tapi sekali lagi, tidak tahan minyak.
 


So buat kamu yang suka liptint estetik, atau mencari liptint yang basah-basah manja tapi anti-mainstream, dan kamu punya cuan lebih, liptint ini bakal cocok banget buat kamu :)


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Hai, entry ini ditulis oleh aku yang sudah berumur 27 tahun, 28 kalau umur west japan. (baru tau istilah ini dari olimpiade 2020. lol) Kalau menurut milenial Endonesa nih, aku sudah kadaluarsa. Tapi kan aku manusia, bukan biskuit lebaran. Mohon maaf, sekedar mengingatkan. Hehehe. 

Tapi memang sih, bertambah umur itu suatu hal yang sensitif. Aku baru akan mengetik 'terutama untuk perempuan' tapi itu terlalu mysoginis tapi aku sepertinya terus mengamini kemysoginisan dunia, jadi ya tidak jadi aku ketik. Ehm. Masih ingat betul dua tahun lalu, seminggu setelah ulang tahunku yang ke-duapuluh lima, dosenku berulang tahun, entah yang keberapa, karena beliau tidak pernah spill umur, tahun lahir, atau sekedar shio, padahal orang Korea lumayan gandrung sama shio dibanding horoskop. Saat berpapasan di jalan dengan beliau aku meneriakkan "Saengil Chukkaeyo, Gyosu-nim" atau "Selamat Ulang Tahun, bu Dosen." Tidak ada yang salah, dalam bahasa Indonesia. Tapi dalam bahasa Korea, tingkat kesopanannya sedikit off. Kalau untuk orang yang lebih tua, 'ulang tahun' itu menggunakan 'saengshin' bukan 'saengil' dan ucapan yang benar adalah "Saengshin Chukkadeurimnida". Dalam hati, ibu Dosen pasti mengumpati aku. Ini anak sudah tingkat akhir, bahkan tingkat uzur, tapi memberi ucapan ke dosen "saengil chukkaeyo"? Hmm tidak salah Terjemahan tidak pernah lulus! 

Sedih sih tapi mari kita jangan gagal fokus.

Alasanku memberi ucapan "Saengil Chukkaeyo" alih-alih "Saengshin Chukkadeurimnida" adalah karena tahun itu adalah ulang tahunku yang keduapuluh lima dan aku merasa tua sekali. Jadi, ketika ada seorang perempuan berulang tahun, aku jadi tidak tega untuk mengingatkan bahwa dia cukup tua untuk diberi ucapan "Saengshin Chukkadeurimnida" because I know how it feels and it feels suck. (Tuh kan! Aku mengamini ucapan mysoginis bahwa umur itu sensitif untuk perempuan!)

Anyway, tahun ini, ada satu hal yang aku perhatikan di hari ulang tahunku. Ada pengurangan yang siginifikan dari jumlah orang yang memberiku ucapan, yang artinya, great! Semua sudah pasti kubalas, tidak seperti tahun lalu atau pada yang terjadi pada ucapan selamat atas keluarnya aku dari neraka lewat jalur wisuda (membayangkan besok yaumul akhir ada sidang dan wisuda buat keluar dari neraka mampus lagi ga lu!) Saking banyak dan samanya semua ucapan yang kudapat, seingatku aku hanya membalas seperempat dari semua ucapan tersebut. Wajar saja kan sekarang mereka tidak lagi memberi ucapan? Xixixi.

Tapi kualitas dari ucapan-ucapan yang kudapat pada ulang tahun hari ini cukup sekali untuk mengguncang dunia silat lidah pegunungan bulaksumur (he). Semua ucapan tahun ini mendoakan kelancaran urusan perduniawianku, karena semua yang mengucapkan tahu bahwa aku akan mendaki sebuah jalan baru dan to be honest it might be not a smooth one but surely it'll be the fun and meaningful one. Dan jalan itu akan dimulai besok. Iya, besok. Dan karena itu baru akan dimulai besok, mari kita simpan cerita itu untuk besok. Hehehe.

Doa kedua adalah mereka semua mendoakan aku untuk berumur panjang. Sebelum aku melanjutkan, amit-amit banget ya, amit-amit banget pokoknya, aku sempat tidak terlalu suka dengan itu. Apakah mereka mendoakan aku untuk terus melihat kebobrokan dunia untuk waktu yang sangat panjang? Iya kalau hanya dunia yang bobrok, bagaimana kalau ke depannya aku ikut bobrok dan aku diberi umur yang panjang untuk menjadi salah satu kebobrokan dunia, Menurutku, aku sudah terlalu toxic dengan menjadi anak yang selalu durhaka, tetangga yang suka menyanyi jam tiga pagi, murid yang suka membolos dan tidak pernah mengerjakan tugas. Bisa bayangkan masa depanku? Ada kemungkinan aku tetap menjadi manusia toxic yang sudah update tapi rasa downgrade, seperti menjadi teman kantor yang malas kerja tapi nyinyir, tante yang mulutnya lemes pas lebaran (nah ini! menghindari banget ini!), dan sebagainya, yang ala-ala karen gitu. Singkat kata, setelah orang banyak mendoakaanku untuk berumur panjang, aku jadi sadar kalau berumur panjang saja tidak cukup, tapi harus memiliki umur yang berkah. Tapi di masa seperti ini, siapa yang tahu umur manusia? Umur panjang pun sekarang menjadi berkah! Maka aku mengamini semua doa teman-teman dan keluarga dengan serius, terutama yang kedua. 

Kembali ke cerita ibu dosenku, aku yang tadinya takut menjadi tua, sekarang jadi berharap aku bisa setua beliau nantinya. Tidak, aku akan jadi lebih tua dan aku harap semua orang tua sekarang, ibu dosenku, dosenku yang lain, ibuku, semuanya diberkahi umur panjang dan akan lebih tua tetapi sesehat sekarang, untuk melihat aku menjadi tua. Kalau pun nanti aku menjadi manusia toxic, bodo amat! Kalau pun bumi besok lebih bobrok dari sekarang, bodo amat! Aku akan hidup, karena hidup saja sudah berkah.

Mari kita semua, bukan hanya aku, berumur panjang, cukup panjang untuk keluar dari pandemi ini dan dapat bercerita kepada anak cucu tentang hari ini, mimpi kita yang berevolusi setelah pandemi, juga diri kita yang terus maju di tengah badai pandemi ini.

Happy Birdday to me.


(nggak typo, emang sengaja nulis birdday, biar diaminin sama buwung yeager)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About MeWelcome. Selamat datang di catatan harian si Kelinci

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • April 2023 (1)
  • Februari 2023 (1)
  • Juni 2022 (1)
  • Maret 2022 (1)
  • Agustus 2021 (2)
  • Juni 2021 (1)
  • Maret 2021 (1)
  • November 2019 (1)
  • Oktober 2019 (1)

Laporkan Penyalahgunaan

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates