21.30
Hari kemenangan sebentar lagi tiba. Apa ya persiapan yang sudah aku lakukan? Rasanya ramadhan tahun ini berlalu begitu saja. Semoga ada pelajaran yang aku ambil walau sedikit. Jadi, tidak hanya baju atau sepatu baru yang aku persiapkan. Mungkin aku akan membantu ibuku mempersiapkan parsel bagi orang-orang terdekatnya.
Mungkin bagi sebagian orang, memberikan parsel adalah rutinitas lebaran yang sudah menjadi agenda tahunan. Tapi bagi ibuku, sepertinya tahun ini adalah tahun pertama beliau membagikan parsel bagi teman-teman kantornya. Setahun lagi ibuku akan pensiun, dan baru tahun ini dia merasa berterima kasih kepada rekan kerjanya.
Diawali dari awal puasa, ketika kerjaan kantor ibuku meningkat dan ibuku bercerita bahwa ia dibantu oleh teman-temannya. "Mak, kayaknya kita perlu ngasih parsel deh ke orang-orang kantor," jawabku mendengar ceritanya. "Ah. Ngapain. Mereka enggak perlu. Si ini, si itu, si anu saja yang diberi. Lainnya tidak usah. Sudah mampu." Ibuku menyebutkan beberapa pegawai yang membantu administrasi. "Lah. Bukan masalah mampu enggak mampunya. Ini masalah mama memperlihatkan rasa terima kasih mama ke mereka."
Aku mengenal ibuku dan aku tahu kalau ibuku punya standar penilaian tersendiri ke orang-orang. Ya, seyogyanya orang Endonesia sih. Kasarannya, yang kaya ya kaya, yang miskin yang miskin. Sehingga memang jarang sekali ibuku memberikan kado, atau parsel hari raya ke teman-temannya yang dianggapnya mampu. Tetapi begitu ada pegawai yang lebih membantu temannnya yang lain, ia pasti mengeluh, "kenapa ya mbak A lebih mau membantu kerjaan bu B?"
Ya,,, Parselnya bu B enak sih mak.. Aku juga nyicip. Dikit. Hehehe
21.40
Welcome.
Selamat datang di catatan harian si Kelinci