Escape
Pemberitahuan itu tiba-tiba. Teman ibuku mantu di Banjarmasin. Awalnya hanya mengundang keluarga dekat, tetapi ibuku dan temannya satu lagi yang merupakan teman satu geng Trio Bebek dari si yang punya hajat, berinovasi meminta undangan untuk tiga orang. Ya, ekstra satu untuk aku.
Kesemrawutan ibukota pendidikan endonesa membuat aku ingin rehat sejenak dan tidak bisa menolak tawaran emas ini. Aku harus escape dari kota penuh pressure, gemblengan, dan cacian berbalut mendidik ini untuk sementara waktu.
Berangkat lah aku dan ibuku dari Jogja. Teman ibuku yang satunya, Tante, berangkat dari Jakarta. Ini akan jadi pengalaman pertamaku naik pesawat setelah pandemi. Sembari menikmati bandara baru YIA, tidak lepas dari benakku, bagaimana ya kalau pesawatnya kenapa-kenapa, aku dan ibuku tidak bisa kembali, kucing-kucingku bagaimana nasibnya? Maklum, sudah tiga tahun lebih tidak naik pesawat.
Bunyi kapal yang tiba-tiba hilang dan kapal yang tidak lagi bergerak malah membangunkanku. Setelah kami sampai, ternyata kami tidak turun dari kapal. Pedagang-pegadang yang berjualan sarapan dan jajanan pagi ini lah yang menghampiri kapal kami dengan kapal dayungnya. Ini pengalaman yang tidak mungkin aku dapatkan di Jogja.
Jajanan yang mereka tawarkan adalah jajanan yang tidak bisa aku temui di Jogja. Ada satu sih yang mirip dengan jajanan di Jogja, kue bingka, tapi di Jogja pun sudah langka. Kue Bingka asli Kalimantan juga dibaluri dengan sejenis ampas santan yang gurih, sedang yang di Jogja dibiarkan kering begitu saja. Ada pula roti sejenis cakwe tapi berisi kacang-kacangan, ini favortitku, meski aku tidak tau apa namanya.
| Kalau yang ini favorit ibuku. Buat lidahku masih aneh. Hehehe |
Pengalaman ini harus berakhir karena kami harus cepat-cepat bersiap-siap menghadiri pernikahan, acara utama kami di Banjarmasin.
5 Juni 2022
Setelah berkutat dengan belanja anggrek dan langsung mengurus ke karantina, kami mempersiapkan diri untuk pulang. Pulang ke Jogja setelah pergi jauh, ternyata jiwaku tidak pulih sepenuhnya, healingku gagal. Banyak hal yang harus ku pikirkan, banyak tanggung jawab yang harus ku pikul, banyak cacian yang ku ingat kembali, besok pun ujian akhir.
Bukan, bukan pergi jauh yang akan membuat jiwamu pulih. Bukan persoalan mengenai dimana, kemana, siapa, kapan, atau pun apa, tetapi hanya dirimu yang bisa menjadi penyembuh untuk lukamu.
Welcome.
Selamat datang di catatan harian si Kelinci
0 komentar